• Baker's Friend

Mengajarkan Anak Membuat Kue (Sesuai Tahapan Usia)


Mengajarkan keterampilan di dapur kepada anak sangatlah baik. Kegiatan sederhana seperti memotong, mengaduk, dan membentuk adonan dapat melatih motorik anak. Tetapi perlu Anda perhatikan, kemampuan dan keterampilan setiap anak berbeda-beda sehingga Anda perlu menyesuaikan tingkat kesulitan dengan usianya.


Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi seorang Ahli psikologi anak dan keluarga, ada 3 tips bagi Anda yang ingin membuat kue/memasak bersama dengan anak sesuai dengan usianya. Berikut penjelasannya:

  1. 1-3 tahun Di usia yang masih dini, si kecil belum bisa diberikan tugas yang berat. Anda bisa mulai dengan mengenalkan lingkungan dapur dan bahan makanan dengan cara menggendong anak Anda saat mengolah makanan. Tapi pilih menu yang tidak terlalu rumit. Selain itu, Anda juga bisa libatkan anak Anda dalam melakukan kegitatan yang sederhana. Misal: saat Anda mencuci buah, berikan anak Anda 1 buah untuk dia cuci sendiri sambil Anda memberikan contoh. “Kita memberikan contoh, tapi dia sudah merasa terlibat walaupun dalam bentuk permainan” jelas Anna

  2. 4-5 tahun Menurut Anna, jika sudah ada perkenalan di usia sebelumnya, anak bisa lebih mudah membantu. Anak-anak bisa membantu Anda memilih bahan makanan atau membiarkannya mendekorasi kue dengan pilihan toping yang beragam. Dengan cara ini anak bisa belajar mengklasifikasikan bahan makanan berdasarkan warnanya. Saat usianya menginjak 4 tahun, Anda bisa mengajari si kecil mengolesi mentega untuk roti atau membantu membuat adonan kue. Jika si kecil melakukan ini, Anda perlu menyiapkan apron dan melapisi area kerja dengan plastik yang cukup lebar. Ini bertujuan supaya mudah membersihkannya.

  3. Usia sekolah Saat menginjak usia sekolah (sekolah dasar), anak sudah mulai mahir memotong bahan makanan dengan pisau yang lebih tajam. Tapi tentu saja dengan pengawasan Anda sebagai orang tua. Dalam usia ini, anak bisa mulai ikut mengaduk bahan makanan atau bahkan sudah bisa membuat kue hasil kreasinya sendiri. Jangan lupa untuk memberikannya sebuah bangku untuk pijakan agar posisinya tetap aman.

Walaupun ketiga poin tadi direkomendasikan, ini tidak menjadi suatu keharusan untuk mengajarkan anak Anda dengan cara tersebut. Anna menjelaskan “kalau anak punya minat yang sangat besar terhadap memasak dan keterampilannya bagus, kita bisa meningkatkan levelnya sesuai dengan kemampuannya”.


Jangan lupa untuk tetap mengawasi setiap aktivitas yang di lakukan anak Anda selama berada di dapur agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan

10 views0 comments

Recent Posts

See All