• Baker's Friend

Risiko yang Ada di Dapur Bakery dan Cara Menghindarinya


Setiap pekerjaan apapun pasti ada yang namanya risiko kecelakaan kerja. Selain berdampak pada pekerjaan itu sendiri, kecelakaan kerja dapat menyebabkan hilangnya produktifitas, kerugian, serta potensi premi asuransi yang lebih tinggi. Meski terdengar biasa saja, kesadaran akan kecelakaan kerja dapat membantu menghemat biaya tak terduga serta membantu menjamin keselamatan para pekerja.


Maka dari itu penerapan program keselamatan kerja untuk fasilitas dapur sangatlah diperlukan, khususnya bagi pelaku bisnis yang hendak berinvestasi. Berikut beberapa risiko bahaya yang bisanya dihadapi pekerja di bakery kitchen:

  1. Strain – Risiko cedera keseleo Seperti yang kita semua tau, hal ini disebabkan karena adanya ketegangan pada bagian leher, punggung, bahu, atau bagian lainnya akibat posisi yang salah ketika membersihkan area kerja, mengangkat barang, ataupun ketika melakukan kegiatan berulang yang terlalu banyak. Walaupun hal ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun tentu dapat menyebabkan berkurangnya produktifitas dan potensi cedera yang berkepanjangan. Untuk membantu pekerja menghindari risiko ini, kepala kitchen terkait dapat memberikan arahan atau pelatihan terlebih dahulu kepada helper atau bawahan sehingga potensi cedera dapat terhindar atau diminimalisir.

  2. Burns – Luka bakar Cedera ini merupakan salah satu cedera yang paling berbahaya dan paling sering diabaikan. Luka bakar ini paling berpotensi terjadi di area pemanggangan atau yang berhubungan dengan api. Mulai dari potensi menyentuh permukaan besi panas, paparan uap panas, atau terkena cipratan minyak panas Untuk meminimalisir risiko ini, diperlukan pelatihan dan kedisiplinan pekerja dalam memakai peralatan keamanan seperti sarung tangan, pelindung wajah, apron, dan perlengkapan lainnya yang dapat mereduksi paparan panas. Selain itu bagi pihak pengelola disarankan menyediakan peralatan seperti wadah makanan anti-slip untuk mengindari tumpahan makanan, serta memperhatikan area kelistrikan agar tetap tertutup rapat dan jauh dari potensi cipratan air.

  3. Cut and wounds – Luka gores/sayatan Umumnya area dapur sangat identik dengan peralatan masak, termasuk peralatan tajam seperti pisau, piring, dan lain sebagainya. Barang-barang tersebut tentu dapat membahayakan bagi penggunanya apabila terjadi ketidaksengajaan seperti pecah terjatuh, tersayat ketika proses pemotongan bahan, atau tergores ujung meja dan benda kerja yang tajam. Untuk membantu menghindari risiko tersebut, seluruh peralatan yang digunakan harus selalu di cek dan memastikan cara penggunaannya sudah baik dan benar. Pekerja juga perlu diberikan arahan cara penggunaan yang tepat dan melakukan penyimpanan peralatan dengan aman di tempat yang sudah disediakan.

  4. Slip hazard – Risiko terjatuh Risiko ini mencakup behaya tergelincir dan tersandung. Hal tersebut merupakan bahaya yang umum terjadi di dapur, khususnya di area yang cenderung basah. Oleh karena itu penggunaan anti slip dapat mengurangi risiko ini terutama pada lantai tempat pencucian piring, lemari es, dan wastafel. Intruksikan kepada para pekerja untuk selalu disiplin membersihkan tumpahan apapun serta sediakan papan tanda area licin jika perlu. Selain itu perhatikan juga area lantai yang tidak rata agar pekerja terhindar dari risiko terjatuh akibat tergelincir. Solusinya adalah dengan meletakan alas karet untuk mengakomodir permukaan lantai yang tidak rata serta memberikan tambahan grip bagi pekerja yang melewatinya.

Dari beberapa risiko yang sudah dijelaskan di atas, pihak pengelola dapat menentukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan pekerja, mengidentifikasi bahaya, serta memberikan program pelatihan jika diperlukan.


23 views0 comments